
Sebelum menjelaskan apa saja fitur TikTok untuk marketing, kita harus terlebih dahulu sejarah peluncuran TikTok. TikTok merupakan salah satu aplikasi jejaring sosial dan platform musik video dari negara Cina. TikTok diluncurkan oleh perusahaan teknologi ByteDance Inc (Zhang Yiming) pada tahun 2016. Pada tahun 2017, Hadirnya TikTok di Indonesia. Aplikasi ini dinyatakan aplikasi yang paling banyak diunduh yakni 45,8 juta kali. TikTok sangat berkembang pesat di Indonesia. Pada dasarnya target TikTok adalah remaja tetapi banyak anak-anak yang menggunakan aplikasi ini. Oleh karena itu, banyak pengguna yang setuju bahwa TikTok hadir di Indonesia, namun banyak juga yang tidak seharusnya tidak layak tayang. Akibat kontroversi tersebut, 3 Juli 2018, TikTok di blokir dari Indonesia, pihak pemerintah mendapatkan 2 ribu lebih laporan negatif dari masyarakat terkait aplikasi tersebut. Setelah pemblokiran tersebut, TikTok Indonesia mengajukan persyaratan yang disetujui oleh para CEO yaitu mengubah perarturan umur menjadi minimal 16 tahun dan menghapus konten-konten negatif. Pada akhirnya Komenkominfo membuka pemblokiran pada aplikasi TikTok. Saat Pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, aplikasi TikTok semakin banyak digunakan untuk menghilangkan rasa jenuh disaat karantina berlangsung. Hingga saat ini akhir tahun 2021, TikTok masih menjadi aplikasi yang sangat diminati oleh banyak orang, tidak hanya untuk hiburan saja, melainkan menjadi sosial media marketing yang digunakan banyak orang, dimulai olshop kecil sampai yang sudah maju.
Setelah mengetahui sejarah TikTok itu sendiri. Saya akan menjelaskan beberapa fitur dasar, fitur marketing, sampai dengan proses marketing.
FITUR DASAR
TikTok memiliki beberapa fitur dasar yang memungkinkan pengguna untuk saling mengikuti, menyukai, dan membagikan video mereka. Setelah mendaftar, setiap pengguna dapat mengedit profil mereka dan mengatur semua pemberitahuan yang ingin mereka terima.
1. Mengunggah Video
TikTok memiliki fitur pengunggahan video yang memungkinkan pengguna mengunggah video mereka sendiri ke aplikasi.
2. Penyuntingan Video
Setiap pengguna dapat memotong, membalik, atau memutar video yang mereka unggah, dan bereksperimen dengan kecepatan pemutaran.
3. Filter dan Efek
Penyuntingan video juga dilengkapi dengan banyak filter dan efek. Ada filter "beauty", berbagai stiker dan animasi untuk memperkaya konten video. Beberapa efek yang paling menyenangkan adalah efek AR (Augmented Reality).
4. Social Sharing
Selain membagikan video mereka di dalam aplikasi, pengguna TikTok dapat menggunakan tombol social sharing untuk berbagi video di platform media sosial lainnya. Mereka juga dapat menautkan profil TikTok mereka ke platform sosial lainnya.
5. Suka dan Komentar
Suka dan komentar di TikTok berfungsi seperti di Instagram
6. Pemberitahuan
Setiap pengguna TikTok dapat mengatur pemberitahuan mereka untuk melihat siapa yang menyukai dan mengomentari video mereka, siapa yang mengikuti mereka, dan lain sebagainya.
7. Simpan Video
TikTok menyediakan fitur simpan video bagi pengguna yang ingin menyimpan hasil upload video pengguna lain. Video dapat disimpan ke galeri ponsel penggunanya ataupun disimpan di dalam media sosial TikTok itu sendiri.
8. Search atau Temukan
Fitur ini berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam mencari akun pengguna lainnya ataupun hashtags yang diminati pengguna saat itu. Selain itu, fitur ini juga sering menampilkan video yang sedang viral yang diurutkan berdasarkan hashtags tertentu.
9. Tidak Tertarik
Fitur ini dapat digunakan oleh pengguna saat merasa tidak tertarik terhadap video yang sedang ditampilkan. Dengan begitu, video dengan isi serupa tidak akan ditampilkan kembali di beranda.
FITUR LANJUTAN
1. Duet
Fitur duet adalah salah satu fitur TikTok yang paling populer. Fitur ini memungkinkan orang untuk lipsync atau menari mengikuti musik favorit mereka dengan siapa pun dengan tampil berdampingan di layar yang sama.
2. Reaksi
Setiap TikToker juga dapat merekam reaksi mereka terhadap video orang lain. Fitur reaksi memungkinkan mereka untuk merekam diri mereka sendiri saat mereka menonton video, dan kemudian mempublikasikannya di aplikasi. Mereka dapat mengubah ukuan serta membentuk kembali jendela perekaman secara real-time, saat mereka menonton klip.
3. Fitur Hapus Komen dan Blokir Pengguna
TikTok juga memperkenalkan fitur baru yang dapat memungkinkan kreator lebih mudah menghalau bullying. Untuk menggunakannya, pengguna bisa menekan agak lama pada sebuah komentar atau mengetuk ikon pensil yang ada di sudut kiri atas untuk membuka pilihan report atau blok.
4. Live Video Streaming
TikTok juga memiliki fitur live yang dapat digunakan oleh penggunanya. Tidak seperti platform media sosial lainnya, tidak semua akun pengguna TikTok diizinkan untuk memulai Vide Langsung di platform. Namun, hanya pengguna yang memiliki minimal 1000 followers yang bisa melakukan live di TikTok.
5. Hashtags
Fitur hashtags yang disediakan oleh media sosial TikTok berbeda dengan yang biasanya digunakan oleh sebagian besar masyarakat. Alih-alih untuk menunjukan yang sedang tren, hashtags berfungsi untuk menandai postingan dan mengundang pengguna lainnya ke berbagai tantangan, misalnya tantangan Duet.
6. Scan QR Code
Pengguna dapat mengikuti akun TikTok pengguna lainnya hanya dengan memindai Kode QR tanpa mencari nama akun pengguna lainnya melalui kolom “search”. Kode QR ini dirancang seunik mungkin agar setiap pengguna memiliki kode QR yang berbeda.
7. Real Time Analytics
Melalui real-time analytics, pengguna dapat memeriksa berbagai data tentang komentar dan suka yang telah didapatkan sejauh itu, serta melihat grafik yang menunjukkan penyiar dan pemirsa langsung.
8. Geolocation
Fitur geolocation memungkinkan pengguna untuk melihat pengguna mana yang sedang melakukan live streaming disekitar mereka.
9. Pratinjau Video
Sebelum pengguna mendaftarkan akun TikTok, mereka dapat menonton beberapa video populer untuk merasakan aplikasi dengan lebih baik. Namun, pengguna yang belum memiliki akun tidak dapat menyukai atau memposting komentar sampai mereka mendaftar.
FITUR MARKETING
TikTok marketing adalah salah satu strategi dalam pemasaran digital yang menggunakan jejaring sosial TikTok sebagai media atau wadahnya. Dengan segala keunggulannya, baik dari segi komunitas pengguna maupun fitur yang ditawarkan, pelaku bisnis bisa mencoba memasarkan brand di sini. TikTok bahkan telah menyediakan TikTok for Business untuk memfasilitasi pelaku bisnis dengan memberikan wawasan statistik atau alat tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis seperti analisa keterlibatan dan performa terhadap audiens.
1. Top View
TopView ads adalah iklan yang bisa dilihat di puncak feeds.Dengan kata lain, iklan Anda akan menjadi video pertama yang dilihat pengguna di feeds mereka. Lagi-lagi ini adalah peluang yang bagus untuk meningkatkan brand awareness. TopView merupakan fitur unggulan yang ditawarkan oleh TikTok untuk memasarkan bisnis Anda berupa iklan video yang berdurasi hingga 60 detik, yang ditampilkan secara full screen dan diputar secara otomatis. Fitur ini memungkinkan untuk dilihat oleh lebih banyak orang, karena akan muncul ketika pengguna membuka aplikasi. Beriklan menggunakan TopView juga dapat dilengkapi dengan hyperlink yang akan mengarahkan penonton ke halaman yang dituju.
2. In-Feed Ads
Fitur lainnya adalah In-Feed Ads, yaitu opsi lain bagi para pelaku bisnis berupa video yang berdurasi hingga 60 detik yang muncul pada feeds “for you page” atau fyp di TikTok. Selain itu, pengguna dapat memberikan like, komentar, dan mengikuti akun bisnis Anda. Bahkan pengguna dapat menggunakan musik Anda sebagai latar belakang musik konten mereka.
3. Brand Takeover
Brand Takeover merupakan fitur iklan atau gambar dalam bentuk JPG dengan durasi 3-5 detik yang berguna untuk mempromosikan bisnis Anda. Fitur ini umumnya berada di halaman awal ketika pengguna membuka aplikasi TikTok. Selain sebagai media promosi, ini juga berguna untuk mempromosikan Branded Hashtag yang akan dibahas pada poin selanjutnya. perlu diperhatikan bahwa pengguna bisa skip iklan brand takeover. Jadi, pastikan pengguna menyampaikan pesan dengan singkat dan jelas jika menggunakan jenis iklan yang satu ini. Di dalam iklannya, pengguna juga bisa memasang link yang mengarah ke website, online marketplace, atau kemanapun pengguna mau sesuai dengan tujuan iklannya.
4. Branded Hastag Challanges
Seperti namanya, dengan fitur ini pelaku bisnis mengajak para pengguna TikTok untuk membuat konten berdasarkan hashtag tertentu. Biasanya digunakan sebagai bentuk kampanye pemasaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan suatu merek tertentu. Tujuan akhirnya adalah dengan adanya challenges ini suatu merek dapat menjadi viral. Berbeda dengan jenis-jenis iklan sebelumnya yang muncul di FYP, iklan hashtag challenge akan muncul di halaman Discovery. Biasanya, iklan diletakkan di bagian teratas, atau setidaknya hampir di paling atas halaman. Dengan jenis iklan ini, pelaku bisnis dapat menantang para konten creator untuk membuat video dengan tema tertentu. Kemudian, videonya harus menggunakan hashtag yang telah ditentukan. Contohnya seperti hashtag challenge #inmydenim yang digagas oleh Guess, bisnis fashion kenamaan.
5. Branded Effect
Fitur Branded Effect merupakan tap-in brand dalam proses content creation dan video editing process yang membuat pengguna dapat menggunakan efek khusus yang telah dibuat oleh brand, misalnya beauty brand yang membuat branded effect dengan intelligent video recognition technology. Fitur Branded Effect biasanya berintegrasi dengan Branded Hashtag Challenge untuk meningkatkan interaksi antara pengguna dengan bisnis Anda. Seperti pengertiannya, “effect” mengacu kepada penggunaan stikel, filters, special effect yang disisipkan ke dalam video dengan format 2D, 3D, atau AR (Augmented Reality). Menariknya dari fitur ini adalah Anda sebagai pelaku bisnis dapat memberikan pengalaman visual yang menyenangkan bagi para pengguna.
PROSES MARKETING
- Identifikasi tujuan
- Menentukan buyer pesona
- Membuat akun dan jangan lupa di verifikasi
- Posting konten yang bernilai dengan hastag yang tepat
- Kolaborasi dengan TikTok influencers
- Gunakan TikTok ads
- Monitoring dan evaluasi hasil
0 Comments:
Posting Komentar